Hati-Hati Internet Jaman Now

Satuin

Berinternet ria kini sudah menjadi bagian dalam ekosistem siklus hidup dari bangun tidur sampai tidur lagi seseorang, ada banyak bermunculan sebutan untuk kelompok tertentu terhadap seseorang dalam kelompok tertentu yang lain seperti yang sedang hits sekarang ini istilah Kids Jaman Now, saya kira istilah ini ngga jauh beda dari istilah-istilah lain dalam perkembangan pergaulan masa muda yang terus berganti generasi, ganti selera sampai ganti tuhan dengan menuhankan dirinya dalam salah satu akun sosial media miliknya, ini mirip antroposentrisme barat.

Memang Jaman Now ini, masing-masing kita mempunyai se’ngga nya satu bahkan lebih banyak akun sosial media dengan wadah media sosial yang sama seperti katakanlah dua akun IG dua akun Twitter seperti itu. Memang dalam perkembangannya khususnya para perasa Jaman Now secara ngga sadar sudah menjadi mediumnya sendiri untuk mengemukakan pendapat, ngga sedikit yang memang benar-benar berhasil membawa diri menjadikan teknologi sebagai mediumnya sendiri dan mendapat tempat hingga perhatian khusus layaknya artis top tanah air; sebut saja ‘selebgram’ untuk artis IG ‘selebtweet’ untuk twitter dan terbaru artis youtube.

Sedikit analisa saya mengenai celah yang dalam hal ini jaman now harus lebih hati-hati di internet, yakni mengenai fake account atau akun palsu entah itu pada sosial media manapun ada dan sengaja dibuat tentunya bukan tanpa ada alasan kenapa akun palsu itu dibuat, salah satu alasan terkuat menurut analisa saya, seseorang membuat akun palsu didasarkan iri melihat temannya memiliki pengikut banyak maka dibuatlah akun palsu tersebut, sayangnya akun palsu ini lebih menjurus pada imaji dan dosa sesat. Saya kira pembaca faham. Kemudian celah manusia yang juga ditakuti nabi dan rasul yaitu nafsu, benar-benar dibuat sedemikian nyata sehingga ngga kentara bahwa akun tersebut palsu.

Kemudian hal semacam ini diperparah dengan fakta yang sekarang ini beredar mengenai banyak dan begitu berbondong-bondongnya generasi Z mengenai memperkuat eksistensi aqidah, ini fakta saya sendiri, alhamdulillah ternyata teman saya itu salah satu orang terpilih mendapat hidayah karena hidayah hanya untuk orang-orang terpilih. Dibalik itu semua sebelum mereka benar-benar menutup aurat dengan hijab ngga sedikit juga foto masalalu tanpa hijab mereka yang digunakan untuk mempertegas sebuah akun palsu agar terlihat nyata.

Tapi saya kira tuhan maha pengampun untuk hambanya yang benar-benar ingin hijrah bukan sekadar hijrah penampilan tapi juga akhlak dan perbuatan seperti esensi tuhan mengutus nabi akhir jaman.

Teruntuk kalian pembuat akun palsu, sudahlah usai saja cukup sampai disini. Sama halnya dengan kehidupan nyata yang saya harap masih kalian yakini, hidup di internet juga fana hanya sementara, mungkin update-an terbaru malaikat juga akan menanyakan akun sosial media kalian semasa hidup didunia untuk juga dipertimbangkan pahala dan dosanya.

Sisi terbaiknya pemakaian sesuai porsi adalah hal paling baik, karena jika tujuannya materi yakin saja lah sudah ada yang mengatur.

Terakhir sekali, perhatian ini saya sampaikan untuk kalian generasi millennial. Jangan tunggu keyakinan kalian luntur akibat digitalisasi ekosistem dunia, saya takut kalian sudah ngga percaya lagi dengan nabi dan tuhan yang selama ini kalian anut, saking modernnya pemikiran kalian pun bergeser menjadi digital lalu akhirnya kalian cuma mau percaya nabi internet dan tuhannya internet berbentuk digital, selain itu kafir.

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: